URASHIMA TARO

13 12 2007

Pada zaman dahulu di sebuah desa di pinggir laut hiduplah seorang nelayan yang baik budi bernama Urashima Taro. Karena kebaikan hatinya tak seorang  pun penduduk desa nelayan itu yang tidak mengenalmya. Dia tinggal bersama ibunya yang sudah tua. Di suatu pagi musim gugur, Urashima Taro tak bisa melaut karena gelombang laut sangat ganas. Semua perahu yang berusaha melaut dihempaskan ombak ke pantai.  

Pagi itu, Urashima Taro ke pantai untuk melihat keadaan ombak. Dia melihat tiga orang anak laki-laki sedang mengganggu dan memukuli seekor penyu dengan sebuah tongkat kayu.

“Tega-teganya kalian menyakiti makhluk itu! Pergi kalian!!” teriak Urashima Taro mengusir bocah-bocah itu pergi. Urashima Taro memungut penyu tersebut, memeriksa tubuhnya. Syukurlah tak ada luka. Lalu, Urashima Taro melepaskan penyu tersebut ke laut.

Keesokannya harinya Urashima Taro kembali ke pantai. Di tengah laut, dilihatnya kepala seekor penyu menyembul dari balik ombak yang berkejaran. Tiba-tiba Urashima Taro mendengar suara perempuan,

“Aku berutang nyawa padamu! Sebagai ucapan terima kasihku akan kuajak kau ke kerajaan naga.”

“Si, siapa kau?” tanya Urashima Taro kebingungan.

“Aku penyu yang kemarin kau tolong.” penyu itu keluar dari laut menuju Urashima Taro. 

Urashima Taro berpikir bahwa pergi ke kerajaan naga ide yang Sangat bagus, tapi sayangnya dia tak bisa meningalkan ibunya yang sudah tua sendirian di rumah.  

“Nggak lama kok,” bujuk penyu itu. Akhirnya, Urashima Taro menerima ajakan itu, “Baiklah, sebentar saja ya.”

Penyu itu menyuruh Urashima Taro naik ke punggungnya. Lalu, penyu itu menyelam ke dasar laut. Setelah cukup lama berenang di dalam laut, mereka melihat cahaya gemerlapan dari kejauhan yang ternayata adalah istana raja naga yang terbuat dari emas dan perak. Istana yang indah mempesona penuh dengan daya tarik. Puteri Laut cantik yang berpakaian indah datang ditemani oleh dayang-dayang dan serombongan ikan. Puteri laut mengajak Urashima Taro ke dalam istana. Urashima Taro dibawa masuk ke sebuah ruangan yang sangat indah. Di ruang itu telah tersedia makanan yang lezat dan anggur yang nikmat. Sebuah pesta yang meriah pun diadakan untuk menyambut kedatangan Urashima Taro. Selama pesta Urashima Taro dihibur dengan musik yang merdu dan tari-tarian yang indah. Urashima Taro terpesona.  

Tanpa disadari 300 tahun telah berlalu. Tapi, bagi Urashima Taro seperti tiga hari saja. Urashima Taro mulai teringat pada ibunya dan merindukan kampung halamannya. Hidangan yang lezat dan pesta yang meriah tak lagi bisa menyenangkan hatinya. Urashima Taro mejadi murung dan sedih. Melihat hal itu, Putri Laut menjadi cemas. Lalu bertanya pada Urashima Taro,

“Urashima Taro, kenapa kau sedih dan murung?”

“Aku ingin pulang,” jawab Urashima Taro.

Dengan berat hati Putri Laut mengizinkan Urashima Taro pulang. Sebelum pulang, sebagai ucapan terima kasih, Puteri Laut memberinya tamatebako, kotak berlapis tiga dan berkata,

“Kalau kau menghadapi masalah besar atau kebingungan, bukalah kotak ini. Masalahmu pasti akan teratasi.”

Urashima Taro menggenggam erat tamatebako itu dengan tangannya, lalu naik ke punggung penyu dan berangkat ke darat.

Begitu sampai di darat, Urashima Taro kebingungan melihat desanya yang telah berubah. Sungai dan gunung tidak lagi seperti yang dulu dia kenal. Hutan yang dulu lebat telah berubah jadi pemukiman. Semuanya telah berubah. Dia tak tahu di mana letak rumahnya. Urashima Taro mendekati seorang laki-laki tua dan bertanya,

“Apa kau tahu di mana rumah Urashima Taro, seorang nelayan yang tinggal di sekitar sini?”

“Urashima Taro? di desa ini tidak ada nelayan yang namanya Urashima Taro,” jawab laki-laki tua itu.

“Masa sih, Urashima Taro itu tinggal bersama ibuya yang sudah tua itu, lho. Masa kamu nggak kenal,” Urashima Taro berharap laki-laki tua itu bisa mengingat dirinya.   

Sejenak laki-laki tua berpikir, lalu menjawab,

“Oh iya, kata kakekku, saat ia masih muda orang yang namanya kau sebutkan itu pergi ke Istana Naga. Sejak saat itu, tak pernah ada kabar beritanya lagi. Tak lama setelah Urashima Taro ke istana naga, ibunya yang sudah tua meninggal. Kalau nggak salah rumahnya di sebelah sana.”

Urashima Taro merasa sedih. Dia berjalan ke arah rumahnya sesuai petunjuk laki-laki tua tadi. Rumahnya sudah tak layak huni. Banyak kerusakan di sana-sini. Sarang laba-laba memenuhi setiap ruangan dalam rumahnya. Halaman yang dulunya asri, sekarang ditumbuhi semak belukar yang tak terurus. 

Tak tahu harus bagaimana, Urashima Taro teringat pada kata-kata Putri Laut dan tametatebako yang diterimanya.

“Kalau kau menghadapi masalah besar atau kebingungan, bukalah kotak ini. Masalahmu pasti akan teratasi.”

Dikeluarkannya kota itu dari baliknya bajunya. Kotak yang indah dipenuhi ukiran. Ringan. Dibukanya tutup kotak terluar, di dalamnya ada sehelai bulu bangau yang indah yang terletak di atas sebuah kotak berukir yang lebih kecil dari kotak terluar. Kemudian, dibukanya lagi kotak kedua yang ada di dalam kotak terluar. Seketika itu juga keluar asap putih yang menyelimuti Urashima Taro. Tak lama kemudian, rambut Urashima Taro jadi putih, wajahnya penuh kerutan dan kulitnya tak lagi kencang, seperti orang tua. Melihat dirinya sendiri pada cermin yang ada di dalam kotak terdalam, Urashima Taro jadi terpana melihat betapa tuanya dirinya. 

Pada saat Urashima Taro kebingungan memikirkan kejadian itu, angin berhembus menerbangkan bulu bangau itu ke punggungnya. Dalam sekejap Urashima Taro berubah jadi bangau, lalu terbang tinggi ke langit. Penyu yang sesungguhnya tak lain tak bukan adalah Putri Laut memandang Urashima Taro dengan tenang dari laut. 

(Disadur dari Folklor Urashima Taro karya Shoichi Shiomi) 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: